Mylinekerr News - LENSAINDONESIA.COM: Aksi penolakan terhadap kebijakan pemerintah untuk menaikan bahan bakar minyak (BBM) per tanggal 1 April mendatang terus mengalir,baik dari kalangan rakyat kecil baik yang berprofesi tukang ojek, tukang becak, sampai akdemisi.
Seperti yang berlangsung Senin (26/03), ratusan masa yang berasal dari gerakan mahasiswa Ponorogo (Gemapo) melakukan long march berangkat dari kampus STAIN menuju gedung DPRD dan kantor pemkab Ponorogo.
Dalam aksinya, Komarudin koordinator lapangan menyampaikan dua tuntutan utama yaitu penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak dan peninjauan kembali kerja sama dengan pihak asing di bidang migas.
Berlangsungnya aksi juga hampir diwarnai kericuhan sebab salah satu dari pendemo memanjat tiang bendera yang berada di depan kantor dewan guna menurunkan bendera Merah Putih, Namun aksinya tersebut berhasil digagalkan oleh pihak keamanan yang memang sudah siaga mengamankan jalannya demo.
Selain itu pendemo juga mendesak kepada Agus Widodo, ketua DPRD Ponorogo, untuk ikut berorasi di jalan raya dan menanda tangani memorandum of understanding/nota kesepahaman yang berisi sikap dari pihak legeslatif untuk ikut menolak kebijakan pemerintah pusat.
Dalam orasinya Agus mengatakan mendukung mahasiswa dalam upayanya menolak kenaikan harga BBM tersebut,”Kami sangat mendukung atas apa yang telah mahasiswa lakukan hari ini,” ungkapnya
Sementara itu atas upaya dari salah satu pendemo yang berusaha untuk menurunkan Sang Merah putih yang oleh mahasiswa dianggap kondisi Bendera Merah Putih sudah tidak layak untuk dikibarkan tersebut, Agus mengatakan tidak bisa langsung menurunkan hari itu dengan berbagai pertimbangan, “Karena itu (bendera) adalah lambang negara yang harus dihormati dan tidak dengan seenaknya saja kita menurunkan bendera yang telah berkibar,” tegasnya.
“Saya berjanji dan menjamin bahwa besuk pagi bendera Merah Putih akan kami ganti dengan yang baru,dan bahkan saya ajak adik-adik untuk turut bersama-sama mengibarkan bendera merah putih yang baru,” imbuh Ketua DPRD ini di tengah tengah kerumunan masa.
Selesai mendapatkan tanda tangan dari ketua dewan masa langsung bergerak ke Kantor Pemkab Ponorogo. Di sana masa juga mendesak Bupati Ponorogo Amin SH untuk turun ke jalan guna menemui para pendemo dan turut menanda tangani surat kesepahaman atas penolakan kenaikan harga BBM ,yang nantinya akan dikirim ke Jakarta.
Dengan didampingi Yuni Widyaningsih, wakil Bupati dan Yusuf Pribadi Plt Sekda Ponooropgo Amin pun turun di jalan dan menandatangani nota kesepahaman tersebut, Akan tetapi disayangkan dia enggan berkomentar terkait dengan aksi yang dilakukan Gemapo dan penandatanganan nota kesepahaman tersebut.
Terpisah Mbak Ida sapaan Wabup Ponorogo mengatakan, “Kami dari unsur pimpinan pemerintah daerah sangat mendukung aksi penolakan kebijakan untuk menaikan BBM tersebut, Hal ini kan menunjukan bahwa Bupati memang memperhatikan rakyat Ponorogo dengan bersedianya menandatangani nota kesepahaman,” terangnya
“Dari sekian kepala daerah yang ada di Jawa Timur kan baru Bupati Ponorogo yang mau melakukan ini,” imbuh ida.@arso
SUMBER, mylinekerr.blogspot.com