Mylinekerr News - Jakarta Pratu M Iksan, anggota Kompi E Batalyon 751, tidak pernah menyangka keinginannya menelepon berujung maut. Karena sinyal di pos tempatnya bertugas di Skamto, Kodya Jayapura, jelek maka dia meninggalkan posnya. Namun tak lama dia malah ditikam seseorang yang misterius. Nyawa Iksan melayang.
"Dia keluar dari pos markasnya menuju ke pinggir jalan untuk menelepon karena di markasnya sinyalnya kurang bagus. Tapi di pinggir jalan ada mobil yang tiba-tiba datang. Lalu ada seseorang keluar dari mobil dan menusuknya," tutur Kabid Humas Polda Papua, AKBP Drs Yohannes Nugroho, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (26/3/2012).
Sesaat setelah ditusuk hingga senjata tajam itu mengenai paru-paru, Iksan lalu berteriak sambil berjalan ke pos penjagaan. Dia lantas pingsan dan dibawa ke rumah sakit.
"Dia meninggal di RS," terang Yohanes.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Diperkirakan Iksan menghembuskan nafas terakhir pada Minggu malam.
Motif penikaman hingga saat ini masih terus diselidiki. Pelakunya pun masih dalam pengejaran Polres Keerom dan Polres Jayapura.
(vit/nrl), detik.com, mylinekerr.blogspot.com
"Dia keluar dari pos markasnya menuju ke pinggir jalan untuk menelepon karena di markasnya sinyalnya kurang bagus. Tapi di pinggir jalan ada mobil yang tiba-tiba datang. Lalu ada seseorang keluar dari mobil dan menusuknya," tutur Kabid Humas Polda Papua, AKBP Drs Yohannes Nugroho, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (26/3/2012).
Sesaat setelah ditusuk hingga senjata tajam itu mengenai paru-paru, Iksan lalu berteriak sambil berjalan ke pos penjagaan. Dia lantas pingsan dan dibawa ke rumah sakit.
"Dia meninggal di RS," terang Yohanes.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Diperkirakan Iksan menghembuskan nafas terakhir pada Minggu malam.
Motif penikaman hingga saat ini masih terus diselidiki. Pelakunya pun masih dalam pengejaran Polres Keerom dan Polres Jayapura.
(vit/nrl), detik.com, mylinekerr.blogspot.com