Breaking

Saturday, June 24, 2017

Jangan Pernah Buang Spermamu Lagi, Karena Dapat Menyelamatkan Nyawa Para Wanita!!




Mylinekerr - Penyakit kanker ginekologi adalah kanker yang terjadi pada organ reproduksi wanita, seperti bagian vulva, vagina, leher rahim, rahim, ovarium dan tuba fallopi yang semuanya terletak di dalam panggul wanita.

Salah satu kanker ginekologi yang memiliki angka kejadian kematian tertinggi adalah  kanker serviks dengan total kematian 266.000 wanita diseluruh dunia pada tahun 2012. Dikarenakan hal tersebut, para peneliti dari Institute for Integrative Nanosciences dan Chemnitz University of Technology di Jerman tengah mencari cara untuk menyembuhkan kanker ginekologi dengan menggunakan cara baru, yaitu sperma.

Para peneliti meyakini bahwa sperma dinilai mampu menjadi obat yang jauh lebih efektif dibanding obat kemoterapi yang selama ini telah dikembangkan selama ini karena menurut para ilmuwan, obat kemoterapi bukan hanya dapat membunuh sel jahat penyebab kanker tapi juga membunuh sel baik di dalam tubuh, sehingga memberikan efek samping, seperti rambut rontok, mual, muntah, kulit kering dan terasa perih, sesak napas, detak jantung abnormal, gampang memar dan gusi berdarah. Oleh karena itu, sperma diyakini mampu melawan sel kanker pada organ reproduksi wanita tanpa merusak sel baik dalam tubuhnya.



Secara umum, sperma memang memiliki kemampuan untuk dapat beradaptasi dengan baik di dalam organ wanita.  Selain itu sperma juga mampu berenang hingga ke tuba valopi dan memiliki kemampuan untuk menembus sel-sel. Sehingga sperma diyakini lebih efektif dibandingkan obat kemoterapi.

Dikutip dari ScienceAlert.com  (10/4/2017), para peneliti menguji ide mereka menggunakan sel sperma sapi yang telah direndam di dalam obat doxorubicin atau antibiotik golongan antrisiklin yang digunakan untuk terapi kanker ovarium.

Setelah itu, sperma akan diubah menjadi bentuk nanolithography yang didesain menggunakan teknologi percetakan 3D dengan lapisan-lapisan khusus sehingga mampu berenang seperti sperma normal.

Sayangnya, walaupun dirasa efektif, namun para peneliti masih akan terus menguji keefektifan metode tersebut dan untuk mengetahui seberapa banyak efek samping yang dapat ditimbulkan.

Inovasi dalam dunia medis ini diyakini adalah langkah awal yang sangat mengesankan dalam pengobatan kanker, di mana dapat menyelamatkan ribuan nyawa wanita akibat kanker ginekologi di seluruh dunia.

suratkabar.id
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment