Embargo Minyak
Indonesia Terancam Sanksi AS
Mylinekerr News - WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) merilis daftar 12 negara yang mungkin akan terkena sanksi karena masih mengimpor minyak mentah dari Iran. Indonesia berada di dalamnya. Keputusan untuk mengumumkan negara yang menolak ajakan AS itu disampaikan berselang sehari setelah Washington merilis 11 negara yang terbebas dari sanksi tersebut.
Jepang dan 10 negara di Uni Eropa (UE) telah menyatakan komitmennya untuk mengikuti ajakan AS mengembargo minyak Iran. "Penyebutan nama-nama negara penting untuk dilakukan karena kami tidak ingin negara lain mengikuti jejak serupa." Demikian pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS di Washington, Kamis (22/3) WIB.
Yang mengejutkan, dari sejumlah nama yang sudah diumumkan itu, terdapat nama Indonesia. Indonesia tampil bersama Cina dan India yang selama ini memang dikenal sebagai negara importir minyak mentah terbanyak dari Iran. Selain itu, ada Korea Selatan yang memang dikenal sebagai negara pengimpor terbesar keempat.
Sanksi Finansial
Jika peringatan yang diberikan AS tersebut tidak didengar oleh semua negara tersebut, termasuk Indonesia, sanksi enam bulan akan diterima oleh negara-negara yang dituduh AS tersebut. AS mengancam akan menghentikan pasokan keuangan yang sebelumnya sudah masuk di sistem keuangan mereka. AS mati-matian mengeluarkan ancaman tersebut karena masih tidak terima dengan keputusan Iran yang tetap menjalankan program nuklirnya.
Walau Iran sudah mengeluarkan penjelasan resmi bahwa proyek nuklir tersebut untuk kepentingan sipil, AS masih yakin tujuannya adalah untuk kepentingan militer negara tersebut. Selain Cina, India, dan Indonesia, dikabarkan terdapat Maroko. Negara di Afrika Utara tersebut disebut masuk setelah sumber rahasia dari Deplu AS membeberkannya kepada Reuters.
Namun, informasi tersebut sepertinya salah karena Maroko terakhir mengimpor minyak dari Iran pada Juni 2010. Iran selama ini masuk daftar Office of Foreign Assets Control (OFAC). OFAC merupakan lembaga di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) yang berhak menjatuhkan embargo perdagangan atas negara-negara yang terdaftar. Lembaga tersebut juga mengklaim berhak menjatuhkan sanksi embargo kepada negara-negara yang bekerja sama dengan negara yang masuk daftar OFAC
http://koran-jakarta.com/index.php/d...iew01/86750/hl
Quote:
The United States will still import Iranian oil states to impose sanctions
Published On Friday, March 23, 2012 By admin.
Friday there were reports that thoroughly krack down on Iran’s economic lifeline, the U.S. government said the country still imports oil from Iran sanctions. According to reports, the 12 countries included in the list of the United States to impose sanctions, including India, China, Korea, South Africa and other countries.
U.S. Secretary of State Hillary Clinton said, to force Iran to abandon its nuclear program must increase sanctions against Iran, the country of those who violate international sanctions, especially in countries still buying oil from Iran, the United States is prepared for them sanctions.
, according to an authoritative media, from the U.S. government, a senior person in charge of the sanctions the U.S. list of countries, including India, China, South Korea, Indonesia, Malaysia, Pakistan, South Africa and Turkey.
the media said, do not know what kind of sanctions the United States would still import oil from Iran national.
http://www.stockmarkettoday.cc/the-u...sanctions.html
U.S. economic sanctions against Iran so difficult for European companies
Published On Thursday, December 22, 2011 By admin.
According to the United Arab Emirates ‘Gulf News’ 1222 report: the international community and Iran’s nuclear issue and the implementation of the United States a series of economic sanctions will allow EU companies face enormous challenges.
learned that the international community and the United States for Iran sanctions, EU companies doing business in Iran, the rising costs, but also hindered the economic sanctions for EU companies to further business investment in Iran. But while experts agree that Iran’s escalation of the situation will hinder investment company for Iran, there are still many Western business leaders hope to Iran, OPEC’s second-largest oil exporter to retain a place.
of anonymity, a well-known business representatives, said: “Today, investment in Iran would indeed face many pressures, but it is undeniable that Iran remains the world’s few commercial investment can be huge return areas. “
the United States since 1979 to be basic to withdraw its investment in Iran, and now it is trying to put pressure on its allies to ban investment in Iran and called for major world banks to withdraw from Iran out.
It is reported that the world banking giant UBS has pulled out of Iran, while others such as HSBC, Standard Chartered Bank and other international well-known banks are reducing their activities in Iran.
said an EU diplomat in Iran: “Iran does not have a solid foundation in the small and medium sized European companies will not carry out activities in Iran in the near future, but there are strong trade relations with the United States European companies also state will be caught in a dilemma. “He also said:” The United States now for sanctions against Iran over the scope of United Nations resolutions, and many EU countries has been the practice of the United States expressed dissatisfaction. “He added:” The EU sanctions against Iran must be cautious on the reservation can not be completely cut off with Iran, its business partners. “
http://www.stockmarkettoday.cc/u-s-e...companies.html
------------------
Pemerintah sebaiknya hati-hati menanggapi masalah vital ini, sebab, kalau terhadap negara-negara Uni-Eropa saja pihak AS tega untuk memaksa mereka menghentikan impor minyaknya dari Iran (padahal mereka saat ini sedang mengalami krisis ekonomi cukup parah), apalagi hanya kepada Indonesia, Kalau memang demikian itu keputusan AS, sebaiknya Pemerintahan SBY berani pula memaksa perusahaan-perusahaan minyak milik AS yang beroperasi di Indonesia itu, untuk wajib menjualnya produksi minyaknya ke Indonesia dengan harga standart yang tak berbeda jauh dengan harga minyak dunia.
sumber: kaskus.us, mylinekerr.blogspot.com