Breaking

Saturday, June 24, 2017

Ini yang Diteladankan Nabi di Akhir Ramadhan




Mylinekerr - I'tikaf merupakan amalah sunnah yang bersifat preventif, sehingga seorang Muslim terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat di waktu-waktu luan yang dimilikinya

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari). Berkata dusta di sini, termasuk fitnah.

Kemudian, meninggalkan perkataan yang sia-sia (lagwu) dan rofats (kata-kata negatif alias jorok).

Memperbanyak sholat sunnah, terutama saat malam tiba, bisa sholat Tarawih dan sholat Witir, serta qiyamul lail. Semua amalan itu akan lebih mudah terlaksana jika diri menjalani ibadah i’tikaf.

Ini yang Diteladankan Nabi di Akhir Ramadhan

Sebab, i’tikaf merupakan amalah sunnah yang bsersifat preventif, sehingga seorang Muslim terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat di waktu-waktu luan yang dimilikinya, khususnya di bulan Ramadhan.

Lantas bagaimana jika kemudian karena hal-hal tertentu seorang Muslim tidak bisa melakukan i’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan?

Tentu saja tidak berdosa. Karena pada hakikatnya, hukum perintah i’tikaf ini adalah sunnah. Dan, beruntunglah orang-orang yang bisa mengamalkannya, karena ada niat dan usaha kuat untuk benar-benar mengikuti apa yang diteladankan oleh Rasulullah.

Namun demikian, tidak beri’tikaf bukan berarti ibadah diperlonggar. Tetap harus diperkuat dan diperbanyak. Perbanyaklah dan sibukkanlah diri dengan beragam ketaatan, seperti berdo’a, dzikir, dan membaca Al Qur’an.

Bahkan, ada peluang yang bisa dilakukan secara sungguh-sungguh, terutama bagi mereka yang sibuk berniaga atau aktivitas apapun yang tidak memungkinkannya untuk beri’tikaf, yakni memperbanyak sedekah.

Memperbanyak sedekah dan infak

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ»

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam adalah orang yang paling dermawan dan saat beliau paling dermawana adalah di bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemui beliau. Malaikat Jibril senantiasa menemui beliau pada setiap malam dalam bulan Ramadhan untuk saling mempelajari al-Qur’an. Pada saat itu Rasulullah lebih dermawan dalam melakukan amal kebajikan melebihi (cepat dan luasnya) hembusan angin.” (HR. Bukhari).

Artinya, banyak amal ibadah lain yang bisa dilakukan dan dikuatkan. Baik, bagi yang tidak beri’tikaf, lebih-lebih yang beri’tikaf. Semoga Allah memudahkan kita untuk mengisi hari-hari kita di bulan Ramadhan dengan amalan sholih yang ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan, bagi yang belum atau tidak bisa beri’tikaf, semoga amal ibadah dan ketaatannya kepada Allah Ta’ala juga tetap terjaga. Wallahu a’lam.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment